Apa Itu Token TMP?



SatuEnergi.com. Beberapa waktu terakhir Netizens dihebohkan oleh sharing seorang Netizen mengenai token TMP yang tidak disosialisasikan oleh PLN. Banyak masyarakat tidak tahu mengenai token TMP ini, sehingga ketika dia mendapatkan kompensasi pengurangan tagihan listrik dalam bentuk token TMP, maka dia tidak tahu bahwa sebenarnya kode yang ada di struk pembelian listrik prabayar tersebut adalah jumlah kWh meter yang diberikan oleh PLN, sebagai kompenasi karena PLN tidak memenuhi apa yang telah dijanjikannya dalam deklarasi TMP.
Struk Token TMP yang menghebohkan konsumen

Sejarah Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) tenaga listrik yang diberlakukan terhadap PLN dimulai sejak tahun 2002 ketika melalui Keputusan Dirjen LPE SK Dirjen LPE
114-12/39/600.2/2002 tanggal 2 Mei 2002 Tentang TMP. Melalui keputusan tersebut ditetapkan 13 indikator TMP yang diberlakukan terhadap PLN. Filosofi dari TMP ini adalah untuk meningkatkan pelayanan PLN kepada konsumennya dengan memberikan standar pelayanan minimum yang diberikan oleh PLN berdasarkan kemampuan kelistrikan di daerah setempat dikarenakan kondisi kelistrikan di tiap daerah di Indonesia bisa berbeda-beda. Adapun 13 indikator TMP tersebut adalah :

1.tegangan tinggi di titik pemakaian dengan satuan kV;
2.tegangan menengah di titik pemakaian dengan satuan kV;
3.tegangan rendah di titik pemakaian dengan satuan volt;
4.frekuensi di titik pemakaian dengan satuan hertz;
5.lama gangguan dengan satuan jam/bulan/konsumen;
6.jumlah gangguan dengan satuan kali/bulan/konsumen;
7.kecepatan pelayanan sambungan baru tegangan menengah dengan satuan hari kerja;
8.kecepatan pelayanan sambungan baru tegangan rendah dengan satuan han kerja;
9.kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan menengah dengan satuan hari kerja;
10.kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan rendah dengan satuan hari kerja;
11.kecepatan menanggapi pengaduan gangguan dengan satuan jam;
12.kesalahan pembacaan kWh meter dengan satuan kali/triwulan/ konsumen; dan
13.waktu koreksi kesalahan rekening dengan satuan hari kerja.

Pada saat mulai diberlakukan, belum ada sanksi kepada PLN ketika nilai realisasinya melebihi yang dijanjikan. Saat itu belum ada diskon tagihan listrik atau diskon token TMP bagi para pelanggan listrik prabayar. Pada tahun 2003, seriring dengan meningkatnya tarif listrik, maka DPR meminta agar kenaikan harga listrik tersebut diikuti dengan peningkatan pelayana PLN. Maka bersamaan dengan dinaikkannya tarif listrik maka pada Keppres No. 89/2002 tanggal 31 Desember 2002 tentang tentang Harga Jual Tenaga Listrik Tahun 2003, mulai diberlakukan sanksi denda/penalti/pengurangan tagihan kepada PLN sebesar 10% dari biaya beban atau rekening minimum untuk tiga indikator pinalti yaitu lama gangguan (lama pemadaman listrik yang dialami pelanggan), jumlah gangguan (frekuensi pemadaman listrik yang dialami pelanggan) dan kesalahan pembacaan kWh meter.

Setiap kenaikan tarif listrik pada tahun 2004 dan 2010 diikuti dengan aturan TMP ini, namun sanksi diskon listrik atau diskon token TMP tidak bertambah indikatornya, masih tetap tiga. Mulai tahun 2011 melalui Peraturan Presiden RI Nomor Perpres RI No. 8 /2011 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT PLN (Persero), selanjutnya peraturan tersebut diteruskan melalui Permen ESDM No 09/2011 jumlah indikator pinalti menjadi lima dengan Sanksi 10% Biaya Beban bagi Lama Gangguan, Jumlah Gangguan, Baca Meter, Kecepatan Pelayanan Perubahan Daya, Waktu Koreksi Rekening.

Pada tahun 2014, bersamaan dengan kenaikan tarif listrik maka diskon TMP menjadi 20% dari biaya beban atau rekening minimum. Bagi pelanggan pasca bayar akan mendapatkan diskon langsung melalui tagihan listriknya setiap bulan. Berbeda dengan listrik pasca bayar, pemberian diskon TMP bagi pelanggan prabayar memang agak beda dikarenakan pelanggan tidak bisa diberi "potongan" harga, maka itulah sebabnya pelanggan diberi tambahan pulsa token listrik yang setara dengan 20% biaya beban atau rekening minimum pelanggan pasca bayar untuk daya yang sama.

Terkait dengan diskon TMP ini, SatuEnergi menyarankan agar anda menanyakan diskon TMP kepada PLN jika mengalami padam listrik yang lamanya ataupun jumlahnya melebihi dari yang dijanjikan oleh PLN. Tentu saja anda harus tahu juga berapa lama dan jumlah gangguan listrik yang dijanjikan oleh PLN pada rayon tempat instalasi listrik anda terdaftar. Selain itu, biasakan untuk mengecek struk pembelian listrik prabayar anda, karena bisa saja disitu ada diskon token TMP, jika anda sudah kehilangan struk bisa dicek melalui petunjuk di artikel Tanya Jawab : Kehilangan Struk Token Listrik Sebelum Di Masukkan ke Meter Listrik.



Share on Google Plus

About Redaksi

Satu Blog Untuk Energi, Berisi Artikel, Data, Tips, Skema, Gambar, Makalah di Bidang Energi . Artikel yang ditayangkan terdiri dari Teori Dasar, Penemuan, Aplikasi Ilmu, Kebijakan Pemerintah, Layanan Perusahaan Energi, Tips-tips mudah sebagai konsumen, Isu Tekini di bidang Energi, Pengetahuan Praktis, Skema Dasar dan Makalah di bidang Energi seperti Kelistrikan, PLN, dan Sumber energi Primer (Air, Angin, Laut, Panas Bumi, Nuklir, Batubara, Minyak, Gas).

0 comments:

Post a Comment