Kelebihan dan Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB)


SatuEnergi.com. Angin sebagai udara yang bergerak memiliki energi kinetik. Angin dihasilkan dari energi matahari, pemanasan pada permukaan bumi menghasilkan pergerakan. Penggunaan umum dari energi angin adalah untuk layang-layang, atau pelayaatan. Namun angin dapat pula digunakan untuk membangkitkan listrik. Jaman dahulu kala, angin digunakan untuk menimba air atau menggerakkan mesin penggiling. Prinsip gerak berputar dari mesin penggiling ini yang digunakan pula untuk menggerakkan turbin dan mengubahnya menjadi energi yang diinginkan.
Turbin Angin (via : https://www.mitchelltech.edu)
Berikut keuntungan dari energi angin :
KEUNTUNGAN ENERGI ANGIN
1. Energi angin adalah sumber energi terbarukan dan bisa dikatakan sumber energi yang tak pernah habis.
2. Energi dibangkitkan tanpa mencemari lingkungan.
3. Energi angin memiliki potensi yang sangat besar untuk dibuat dalam skala yang besar
4.  Seperti juga energi matahari dan energi air, energi angin memanfaatkan sumber energi yang alami.
5. Listrik dihasilkan oleh energi angin tanpa menimbulkan emisi yang bisa menyebabkan hujan asam atau gas rumah kaca.
6. Pada daerah remote, energi angin dapat digunakan sebagai sumber energi yang besar.
7. Dengan kombinasi bersama energi matahari, maka energi angin dapat menyediakan suplai listrik yang steady dan handal.
8. Turbin angin menggunakan space yang lebih kecil dibanding pembangkit pada umumnya. Umumnya turbin angin hanya menggunakan beberapa meter persegi untk pondasinya, hal ini menyebabkan tanah disekitar turbin masih dapat digunakan untuk keperluan lainnya, misalnya untuk pertanian.


KEKURANGAN ENERGI ANGIN
1. Energi angin memerlukan storage selama peak time untuk menampung energi, jika akan digunakan untuk keperluan di luar peak time.
2.  Sumber energi angin kurang dapat diandalkan untuk ada terus menerus dan tidak mudah diprediksi.
3. Terdapat efek estetika dan permasalahan visual pada wilayah pembangunan turbin angin.
4. Dibutuhkan area yang luas untuk membangun pusat pembangkit listrik tenaga angin.
5. Adanya polusi suara yang dihasilkan oleh energi angin.
6. Energi angin hanya dapat di gunakan pada daerah yang anginnya cukup kuat dan cuaca yang berangin pada sebagian besar waktu.
7. Biasanya,pembangkit listrik tenaga angin dibangun di tempat yang jauh dari sumber beban sehingga memerlukan transmisi yang dengan biaya yang tinggi.
8. Efisiensi rata-rata daro turbin angin sangat kecil jika dibandingkan dengan pembangkit fosil. Dibutuhkan turbin angin yang banyak untuk menghasilkan listrik dengan impact yang sama dengan pembangkit fosil.
9. Turbin angin dapat menjadi ancaman bagi kehidupan liar. Burung dapat terbunuh atau terluka jika terbang ke arah turbin.
10. Cost maintenance dari turbin angin cukup tinggi karena memiliki part yang dapat rusak oleh waktu.

Baca Juga :

Sumber :
http://energy.gov/eere/wind/advantages-and-challenges-wind-energy
http://www.technologystudent.com/energy1/wind8.htm
http://www.clean-energy-ideas.com/wind/wind-energy/advantages-and-disadvantages-of-wind-energy

Share on Google Plus

About Redaksi

Satu Blog Untuk Energi, Berisi Artikel, Data, Tips, Skema, Gambar, Makalah di Bidang Energi . Artikel yang ditayangkan terdiri dari Teori Dasar, Penemuan, Aplikasi Ilmu, Kebijakan Pemerintah, Layanan Perusahaan Energi, Tips-tips mudah sebagai konsumen, Isu Tekini di bidang Energi, Pengetahuan Praktis, Skema Dasar dan Makalah di bidang Energi seperti Kelistrikan, PLN, dan Sumber energi Primer (Air, Angin, Laut, Panas Bumi, Nuklir, Batubara, Minyak, Gas).

2 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Saya tertarik dan senang dengan artikel Anda.
    Saya juga punya artikel yang menarik dan anda bisa akses di Pusat Studi Tenaga Surya

    ReplyDelete