Kelebihan Transmisi Arus Searah (DC) Dibanding Transmisi Arus Bolak Balik (AC)


Gambaran Transmisi DC (www.slideshare.net)

Saat ini sebagian besar transmisi listrik menggunakan arus bolak balik. Kemudahan transformasi (menaikkan dan menurunkan) tegangan menjadikan arus bolak balik lebih banyak digunakan. Untuk mengurangi losses dalam transmisi listrik maka arus harus dikurangi, sehingga tegangan harus dinaikkan. Penggunaan transformator untuk menaikkan dan menurunkan tegangan ini dapat dilakukan setiap kali diperlukan. Listrik yang dikirimkan kerumah kita juga jadinya dalam format bolak balik.

Tapi itulah satu-satunya kelebihan dari dari Arus Bolak Balik dibanding Arus Searah. Selain itu, transmisi arus DC memiliki banyak kelebihan dibandingkan Transmisi AC yaitu:

1. Reaktansi

DC tidak menimbulkan adanya reaktansi di saluran transmisi, hal ini menyebabkan saluran transmisi mampu menghantarkan daya aktif yang lebih besar karena hanya daya aktif saja yang dihantarkan dan tidak ada daya reaktif.  Hal tersebut juga berdampak pada efisiensi penghantaran daya dari pembangkitan ke pemanfaatan. Tidak adanya reaktansi juga dapat menurunkan jatuh tegangan di line transmisi.

2. Resistansi

Transmisi DC memiliki resistansi yang lebih rendah dibanding sistem AC, sehingga susutnya akan lebih rendah. Sistem AC memiliki yang disebut "skin effect" karena adanya frekuensi 50 atau 60Hz yang menyebabkan tingginya resistansi di line.

3. Daya

Pada sistem DC, daya hanya yang komponen realnya saja, sehingga operator grid tidak perlu mengkhawatirkan kecukupan daya reaktif untuk memenuhi kestabilan sistem. Selain itu, sebagaimana disebutkan diatas, absennya daya reaktif pada sistem DC menyebabkan kemampuan hantar daya aktif saluran transmisi menjadi lebih besar.

4. Frekuensi

Pada sistem DC, frekuensinya menjadi 0, sehingga tidak ada variasi frekuensi yang harus dimonitor. Koneksi generator DC ke grid transmisi tidak akan memerlukan prosedur sinkronisasi. Permasalahan stabilitas saat transient juga tidak muncul lagi. Yang paling penting adalah radiasi elektromagnetik dan interference tidak menjadi masalah.

5. Susceptance

Dalam sistem DC tidak ada susceptance sehingga tidak ada efek charging dan over voltage pada sistem. Hal ini juga berakibat pada kemampuan penyaluran transmisi yang lebih tinggi.

6. Analysis

Analisis sistem AC menggunakan bilangan kompleks sehingga lebih menyulitkan. Sistem DC tidak menggunakan bilangan kompleks.


Kekurangan dari sistem DC adalah mahalnya peralatan transformasi dan perubahan daya dari AC-DC-AC untuk transformasi.
Sumber : http://www.jcmiras.net/jcm/item/86/
Share on Google Plus

About Redaksi

Satu Blog Untuk Energi, Berisi Artikel, Data, Tips, Skema, Gambar, Makalah di Bidang Energi . Artikel yang ditayangkan terdiri dari Teori Dasar, Penemuan, Aplikasi Ilmu, Kebijakan Pemerintah, Layanan Perusahaan Energi, Tips-tips mudah sebagai konsumen, Isu Tekini di bidang Energi, Pengetahuan Praktis, Skema Dasar dan Makalah di bidang Energi seperti Kelistrikan, PLN, dan Sumber energi Primer (Air, Angin, Laut, Panas Bumi, Nuklir, Batubara, Minyak, Gas).

0 comments:

Post a Comment