Prinsip Kerja, Keuntungan dan Kerugian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)


SatuEnergi.com. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga dari uap air untuk menggerakkan turbin. Prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap adalah memanaskan air, air berubah menjadi uap dan uap bertekananan akan memutar turbin. Turbin yang berputar akan menggerakkan generator. Generator yang diputar akan menghasilkan tenaga listrik. Di Indonesia, PLTU adalah selalu menggunakan batu bara sebagai sumber energi untuk memanaskan air. PLTU merupakan jenis pembangkit yang menggunakan energi fosil yang tidak dapat diperbarui.


PLTU merupakan pembangkit yang paling banyak digunakan di Indonesia. Pembangkit ini memiliki kelebihan dan kekurangan. 



Ilustrasi PLTU (PLN/Beritasatu)


10 Keuntungan PLTU

1. Murah. Energi dari batubara sangat murah, harganya cenderung tidak naik, bahkan saat sekarang harganya terus menurun. Jauh lebih murah dibandingkan menggunakan tenaga angin, tenaga surya atau biomassa.

2. Kontinyu, Predictable dan dapat diandalkan. PLTu dapat bekerja 24 jam sehari secara kontinyu.


3. Berlimpah. Jumlah cadangan batubara di dunia masih sangat melimpah

4. Mudah terbakar, sehingga mudah menghasilkan energi

5. Infrastruktur untuk pertambangan, pemrosesan, transportasi dan penggunaan batubara sudah tersedia. 

6. Batubara gampang di simpan, ditransportasikan dan digunakan, tak seperti jenis sumber energi primer lain seperti angin dan air.

7. Batubara bisa didapatkan diseluruh dunia dan mudah diakses oleh banyak orang. Tersedia banyak cadangan batubara di Amerka Utara, Eropa, Asia dan Australia.

8. Produk akhir sisa dari batubara dapat digunakan oleh industri yang lain seperti industri semen

9. Load Factor Tinggi. PLTU memiliki load factor yang sangat tinggi, bisa hingga 80%

10. Indonesia bisa menggunakan batubara dari negaranya sendiri tanpa perlu bergantung kepada negara lain.




Enam Kerugian PLTU

1. Pembakaran batubara menghasilkan campuran banyak zat kimia berbahaya yang dapat merusak kesehatan seperti sulphur dioxide. Banyak korban bisa berjatuhan akibat penyakit pernafasan jika pembakaran batubara tidak terkontrol.

2. Ekstraksi batubara memerlukan biaya dan investasi yang mahal

3. PLTU menghasilkan banyak gas rumah kaca. Turbin angin menghasilkan 8 kali lebih rendah dibandingkan dengan CO2 dari PLTU.

4. Penambangan batubara berbahaya dan dapat merusak lingkungan

5. PLTU tidak ramah terhadap fauna di sekitar pembangkit.

6. PLTU menghasilkan limbah yang dapat mencemari perairan di sekitar pembangkit.
Sumber :

http://www.greenworldinvestor.com/2011/04/11/coal-advantages-and-disadvantages-pros-of-coal-winning-despite-dangerous-cons/
https://uk.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130209100853AA8fH4j
Share on Google Plus

About Redaksi

Satu Blog Untuk Energi, Berisi Artikel, Data, Tips, Skema, Gambar, Makalah di Bidang Energi . Artikel yang ditayangkan terdiri dari Teori Dasar, Penemuan, Aplikasi Ilmu, Kebijakan Pemerintah, Layanan Perusahaan Energi, Tips-tips mudah sebagai konsumen, Isu Tekini di bidang Energi, Pengetahuan Praktis, Skema Dasar dan Makalah di bidang Energi seperti Kelistrikan, PLN, dan Sumber energi Primer (Air, Angin, Laut, Panas Bumi, Nuklir, Batubara, Minyak, Gas).

1 comments:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai tenaga surya
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai tenaga surya yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar tenaga surya

    ReplyDelete