Inilah Perbedaan Aki Mobil Kering Dibanding Aki Mobil Basah


Aki adalah satu komponen penting dari kendaraan. Dengan menggunakan aki, tegangan listrik kepada mobil bisa terpenuhi. Sebab, aki memilki fungsi untuk Starting, Lighting, danIgnition (pengapian). Teradapat dua jenis Aki yang sering digunakan yaitu Aki Kering dan Aki Basah.

Istilah Aki kering dan Aki Basah cukup populer di Indonesia. Meskipun sebenarnya semua jenis Aki adalah jenis baterai basah atau Wet Cell Battery. Berbeda dengan yang menjadi pemahaman umum di masyarakat Indonesia bahwa Aki Kering tidak menggunakan cairan, ternyata berdasarkan laporan dari KOMPAS bahwa (6/5/14) Aki kering juga menggunakan cairan elektroda, akan tetapi bentuknya adalah gel yang lebih padat. Air Aki kering ini diisi oleh pabrik, seperator dari aki kering ini bentuknya seperti kapas, sehingga meskipun mengalami goyangan tidak akan tumpah seperti halnya pada aki basah.

Berikut Perbedaan Aki Kering Dibanding Aki Basah:

Efisien
Aki kering dianggap bebas perawatan dan mengisi lebih cepat daripada Aki basah. Karena material pembuatnya memiliki hambatan listrik yang rendah, Aki memancarkan lebih banyak daya dan efisiensi lebih tinggi. Aki kering yang masih di dalam mobil selama enam bulan kehilangan hanya 0,2 volt.

Keselamatan
Aki kering adalah yang paling aman dari semua jenis aki asam timbal. Karena mendaur ulang gas internal dalam wadah yang disegel, kecil kemunginan adanya ledakan, korosi, pembakaran atau kerusakan pada komponen krom disekitarnya. Dapat dibolak balik tanpa khawatir kebocoran dan juga tidak ada risiko pembekuan atau kerusakan karena cuaca sangat dingin.

Tahan Lama
Aki kering tidak harus sering diganti. Aki memiliki umur rencana delapan sampai 12 tahun dan masa kerja tiga sampai 10 tahun. Aki konvensional rata-rata hanya memiliki masa pakai lima tahun.


Tropis 

Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas, Menurut Agustono Santoso, Area Manager Yuasa Battery Indonesia. Pada aki kering, cairan tetap menguap, namun sirkulasinya tidak banyak bocor ke luar. Di lain sisi, penguapan pada aki basah bisa diantisipasi dengan mengisi air aki yang hilang. “Penguapan di aki kering tetap terjadi namun minim, akan habis dalam waktu setahun sampai satu setengah tahun. Maka dari itu kami menyebutnya maintenance free,”


Upper dan lower
Biasanya pada aki basah, kondisi air aki bisa diukur dari batas upperlevel dan lower level. Pada aki kering parameter seperti itu tidak lagi dibutuhkan. Lubang-lubang tempat pengisian ulang air aki pun kini sudah tidak ada.

Kelebihan aki kering, sekali pakai dibiarkan saja sampai rusak, lalu diganti. “Pada dasarnya lebih awet aki basah, lebih menyesuaikan dengan kondisi Indonesia karena penguapan pada aki juga dibutuhkan. Aki kering dibuat untuk menyederhanakan perawatan,”

Sumber :

http://www.ehow.com/facts_7715886_dry-cell-car-battery.html

http://otomotif.kompas.com/read/2014/05/06/1840009/Ini.Perbedaan.Aki.Kering.dan.Basah.

Share on Google Plus

About Redaksi

Satu Blog Untuk Energi, Berisi Artikel, Data, Tips, Skema, Gambar, Makalah di Bidang Energi . Artikel yang ditayangkan terdiri dari Teori Dasar, Penemuan, Aplikasi Ilmu, Kebijakan Pemerintah, Layanan Perusahaan Energi, Tips-tips mudah sebagai konsumen, Isu Tekini di bidang Energi, Pengetahuan Praktis, Skema Dasar dan Makalah di bidang Energi seperti Kelistrikan, PLN, dan Sumber energi Primer (Air, Angin, Laut, Panas Bumi, Nuklir, Batubara, Minyak, Gas).

0 comments:

Post a Comment